Minggu, 05 Mei 2013

NgoPI #1



“Selalu begitu, rencana Allah selalu lebih indah dari apa yang daku bayangkan.” Subhanallah.

Hari sabtu yang istimewa dengan awan biru yang cantik. Sabtu ini daku mengikuti acara NgoPI (Ngobrol Pendidikan Indonesia). Dari judul udah mantep. Tempatnya….wiiiii BIP???  apa BIP? kajian Pendidikan????(mencoba membayangkan, sambil mata melirik ke atap, nyari cicak tapi ga ada)apa siih… hehe… Awalnya  berfikir, waduuuh manteeep kali ni teh Hesty dan kawan-kawan, buat acara ngobrol pendidikan di Mall. Pasti budgetnya gede. Pasti di Café, dan minum kopi mahal. OH tidaaaak.. ga tega ngeluarin uang  gede hanya untuk “kopi” yang statusnya  hanya kenal tak punya hubungan lebih denganku. Oleh karena itu…Sebelum berangkat, tak lupa ku masukan botol  lock & lock berisi air mineral  ke dalam tas. Jaga-jaga kalau diharuskan membeli kopi yang harganya tak mahasiswawi, daku sudah punya alasan “ga suka kopi, dan udah bawa minum sendiri… nih sambil nunjukin”. 

Sesampainya di BIP, naik escalator 1 kali, Soalnya kata pamflet lokasinya di lantai 2 BIP. Dari titik A sampe ketemu titik A lagi, ga ketemu itu namanya BIP Library Mall. Untung  inget pepatah malu bertanya sesat dijalan. Dan ahaa… pucuk dicinta ulam pun tiba, Ketemu  pak satpam. Kata pak satpam “ Naik lagi escalator 1x, belok kiri, lurus, tempatnya sebelah salon Christopher.” “Lho, bukannya ini lantai 2?” ”bukan ini lantai 1”. Pengetahuan baru…. BIP terdiri dari : 1. Lantai dasar, 2. lantai 1 dan 3. lantai 2 dan seterusnya.

Ternyata tempatnya mojok banget, seneng sekaligus sedih. Senengnya ini di Mall ada perpustakaan. (ajaib!). Tempat yang lebih lebih lebih bernilai dari Mall ini.  Tempat peradaban, tempat buka jendela dunia, tempat kemerdekaan (di mall = diperbudak nafsu, berasa ingin memiliki semua yang diliat. Liat orang bisa beli barang yang kita suka = iri, cape hati + cape kaki + cape otak (gimana caranya dapet uang. Biar bisa beli itu barang. Sebulan makan sama tempe aja apa ya?) #pengalaman# mangkanya daku sebisa mungkin menghindari jalan2 ke mall walau niat Cuma nemenin temen dan sengaja ga bawa dompet. Sedihnya tempatnya meni mojok hampir tak terlihat dan kayanya AC ga nyampe ke ruang itu. Kerasa panas.

---Ini yang penting.---
Disana daku bertemu dengan para pejuang pendidikan. Ada dari SCHOOL RANGER, GEMA PENA, SINERSIA, KIDS SMILE, YAYASAN EDUKASIA dan ada beberapa guru dari SCHOOL RANGER (SD IT Rabbani  dan dari luar kota juga. )
Mata acara Pertama adalah NOBAR alias nonton bareng. Sebuah Film dokumenter yang  berjudul CERITA DARI TAPAL BATAS. Film ini bercerita tentang  perjuangan seorang guru SD bernama Martini yang sudah 8 tahun mengajar di desa Badat Baru, kecamatan Entikong, Kalimantan Barat. Perjuangan seorang guru yang merangkap kepala sekolah + pesuruh (karna beliau hanya ditemani satu  guru honorer). Bu Martini mengajar 3 kelas (4,5 dan 6). Beliau bercerita betapa sulitnya membagi waktu, belum tuntas materi disampaikan di kelas 4 sudah harus pindah mengajar di kelas 5, pun sama belum mantap  memahamkan materi di  kelas 5 sudah harus pindah mengajar ke kelas 6. Daaan yang bikin  sedih, terharu, bangga, dan malu adalah beliau tinggal sendiri, di rumah yang jauh dari layak dihuni manusia, rumah panggung dari kayu yang sudah reyot, tak ada lampu,  dan tak ada tetangga dekat. Belum lagi jarak yang  ekstrim gila yang harus beliau tempuh jika ingin  ke kota (ambil gajih yang ga seberapa). Bukan hanya ibu Martini yang diceritakan dalam film dokumenter itu ada juga Ella, dia adalah seorang perempuan Singkawang yang karna  kemiskinannya  membawanya menjadi  korban trafficking. Dan Ada juga cerita tentang seorang mantri yang rela menempuh jarak yang luarbiasa untuk memberikan pelayanan kesehatan. Beliau berkata “ bagaimana Negara menjadi hebat jika rakyatnya sakit dan saya hadir bukan untuk dilayani tapi untuk melayani”. Pokoknya film ini top markotop… Menyadarkan bahwa kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri saja, tapi ada hak-hak orang lain juga terhadap diri kita. Bukankah kita diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini? Dan Allah sudah menegaskan bahwa hamba Allah yang terbaik adalah hamba yang banyak memberikan manfaat untuk orang lain. –Semoga Allah  selalu membimbing dan menguatkan merek. Aamiin.
Mata acara yang kedua adalah perkenalan komunitas. Ini dia acara yang dinanti-nanti. Disini daku bisa menggali banyak inspirasi. Penasaran apa saja inspirasinya..... Tunggu tulisan berikutnya yaaaa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar