Di
sebuah hutan, akan di bangun sebuah sekolah. Binatang-bintang penghuni hutan berbondong-bondong
mendaftar. Sekolah hutan ini sudah mempersiapkan kurikulum pendidikan yang di dalamnya
mencakup 4 kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap muridnya. Yang pertama
adalah memanjat, kedua berenang, ketiga berlari dan yang ke empat adalah
terbang.
Si
burung sangat pandai terbang, dia bisa terbang sangaaat tinggi, berputar-putar
dan menari di langit. Ketika burung harus melaksanakan ujian berenang, dia gagal.
Dia tidak bisa berenang, tak terhitung remedial yang telah dia ikutinya. Sampai
akhirnya dia menyerah dia sangaaat sedih….
Tapi ternyata dia bukan sedih karna tidak bisa berenag, dia sedih karna semakin
hari kemampuan dasar terbangnya semakin menurun. Dia tidak bisa berputar-putar dan
menari di langit selincah dulu. Begitupun si monyet. Keahlian memanjatnya sudah
tidak diragukan lagi. Tapi dia selalu gagal jika harus ujian terbang. Dia tidak
bisa terbang. Dia mencoba untuk bisa terbang, tapi berkali –kali dia tersunggur ke
tanah… dan akhirnya dia menyerah, dia pun sangat sedih karna semakin hari
kemampuan memanjatnya semakin hari semakin dalam terkubur di dalam tanah.
ini sindiran. mari kita lihat dengan jujur. Apakah betul sekolah -sekolah kita seperti sekolah hutan ini. harapan kita pasti tidak seperti ini. sekolah yang membunuh bakat-bakat alami anak-anak.


