Sabtu, 13 April 2013

sekolah hutan


Di sebuah hutan, akan di bangun sebuah sekolah. Binatang-bintang penghuni hutan berbondong-bondong mendaftar. Sekolah hutan ini sudah mempersiapkan kurikulum pendidikan yang di dalamnya mencakup 4 kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap muridnya. Yang pertama adalah memanjat, kedua berenang, ketiga berlari dan yang ke empat adalah terbang. 

Si burung sangat pandai terbang, dia bisa terbang sangaaat tinggi, berputar-putar dan menari di langit. Ketika burung harus melaksanakan ujian berenang, dia gagal. Dia tidak bisa berenang, tak terhitung remedial yang telah dia ikutinya. Sampai akhirnya dia menyerah dia  sangaaat sedih…. Tapi ternyata dia bukan sedih karna tidak bisa berenag, dia sedih karna semakin hari kemampuan dasar terbangnya semakin menurun. Dia tidak bisa berputar-putar dan menari di langit selincah dulu. Begitupun si monyet. Keahlian memanjatnya sudah tidak diragukan lagi. Tapi dia selalu gagal jika harus ujian terbang. Dia tidak bisa terbang. Dia mencoba untuk bisa terbang, tapi berkali –kali dia tersunggur ke tanah… dan akhirnya dia menyerah, dia pun sangat sedih karna semakin hari kemampuan memanjatnya semakin hari semakin dalam terkubur di dalam tanah.

ini sindiran. mari kita lihat dengan jujur. Apakah betul sekolah -sekolah kita seperti sekolah hutan ini. harapan kita pasti  tidak seperti ini. sekolah yang membunuh bakat-bakat alami anak-anak.



Anfang ist immer schwer

"Anfang ist immer schwer"

daan hari ini Hilda HAmdanah membuktikannya...
jadi gini. td siang kita nongkrong di gramed... *asiiik :P haha anak tongkrongan kitee....dan bertemulah kita dengan seorang dosen geografi yang berasal dari malaysia.
hilda : ibu itu dosen aku, itu loh yang sering aku ceritain. yang dari malaysia.
daku : oh, sapa atuh...
hilda : dia kurang ngerti bahasa indonesia.
gia : sapa aja... ngerti meren assalamu'alaikum mah.. *tepok jidat.
dengan gagah hilda menghampiri dosen itu. daku ngikut dari belakang, tpi agak jauhan. daku liatin 1,2 menit... ko ga nyapa -nyapa... malah buka-buka peta. daku yakin dia hanya ekting.
daku samperin si hilda.
daku : cepetan sapaa...
hilda : gimanaaa?, nanti ngobrol apa?...
daku : tinggal bilang aja, asssalamualaikum pa, saya mahasiswa bapak, bla bla bla... mari pa, saya ke sebelah sana dulu ... gitu.. ga usah panjang-panjang.
hilda : oke- oke...
Daku : ayoo hilda, hari ini harus jadi pemenang...latihan berani. itu si amigdala lawaaaan!!!! bunuh diaaaa!!......*gaya orasi...
hilda berlalu tanpa kata.
dan daku perhatiin gerak gerik dia sambil merasakan apa yang dia rasakan (so so sweet) + cekikikan. soalnya lucu liatin dia. itu lo gerak geriknya ga elegant.....
daaaan akhirnya.... HOOOREEEE hilda jadi pemenang hari ini. dia ngobrol bla bla bla... daku samperin, dan hilda memperkenalkan daku pada dosen dari malaysia itu.
Hilda : ini pa temen saya....
bla bla bla dan kami pamitan.
cerita ini ditutup dengan bersalaman ..... " saudara Hilda, selamat anda menjadi pemengang" . dapeeet POP mie hahahah
Anfang ist immer schwer. tapi selanjutnya mudah mudah mudah kan?
betul betul betul....
tamat.
*terimakasih kepada Allah yang mempunyai rencana yang maha indah. kami belajar banyaaak hal hari ini. :)

Sabtu, 06 April 2013

Sabtu Minggu tanpamu, berasa nasi goreng tanpa kecap

Ternyata sabtu minggu tanpa kamu, berasa nasi goreng tanpa kecap. namanya mungkin tetep nasi goreng karna nasinya di goreng tapi rasanya pasti beda apa lagi warnanya..yaiyalah... kecuali itu nasi di goreng sampe gosong, mungkin sedikit mirip. oiya daku belum memperkenalkan, gadis sampingku itu namanya Hilda Hamdanah. Asalnya dari,,, tiba-tiba lupa cianjur atau ciamis ya... pokoknya ada ci cinya...*tepok jidat. anak ke 2 dari 4 bersaudara, anak satu-satunya perempuan dari 4 bersaudara. sekarang mahasiswa tingkat 3 pendidikan Geografi UPI. alamat FBnya : Hilda Hamdanah, twitternya @25hilda, no telpnya 085722794901... hahah... yang minat PINK me....
Dia itu sahabat berhayal daku.... pokoknya kalau ngayal sama dia" parah"...tapi seru....
Kita dipertemukan di sebuah organisasi ajaib bernama GEMA PENA (Gerakan Mahasiswa Pendidikan Nasional). Ceritanya daku Ketua Umumnya dan dia Kepala Departemen Sosial Politik. Kita deket baru sekitar 8 bulanan padahal kita kenal hampir 2 tahunan.  Yang pasti kalau bareng sama dia, mikir tiada batas. setiap ketemu pasti ada aja hal-hal yang berkualitas yang kita abrolin walau yaa kadang suka menguap gitu aja klo udah pisah... tapi itu proses belajarkan?, suatu saat nanti apa yang kita obrolin pasti ada manfaatnya. aamiin... Kita punya banyak persamaan sama-sama wanita, sama-sama mahasiswa upi, sama-sama suka jajan baso, sama-sama pelupa, sama-sama panikan, sama-sama peragu, sama-sama punya mimpi dan mimpinya sama, sama-sama pingin nikah muda, sama-sama suka mampir ke toko baju sepanjang jalan gerlong, sama-sama suka makan nasi goreng depan gang gersun sampe-sampe ibunya hapal 'yang satu pedes yang satu engga', sam-sama suka nonton SUCI3, sama-sama punya rok yang sama, punya jam tangan yang sama, punya tempat minum yang sama, punya kerudung yang mereknya sama, punya tas yang warnanya sama, punya buku yang judulnya sama dan sama dan sama... pokoknya sama. Dan harusnya sabtu ini kita sama-sam jogging, sama-sama sarapan bubur, sama-sama masak seblak, sama-sam rapat dengan pengurus GEMA PENA, pulang sama-sama dan makan malam sama-sama. aaaaaaa..... abstrak hatikuuuuu......semoga dirimu cepat pulang ke Bandung, cepat sehat matanya... biar bisa sama-sama lagi.....miss U Hilduuut...

Jumat, 05 April 2013

rencanaNya pasti indah





04042013 (Pelantikan BEM REMA UPI 2013)
Sungguh hatiku bergetar. Ku injakkan kakiku juga di tempat ini dalam agenda yang sebelumnya tak pernah ku bayangkan , tak pernah …karna memang tak mau.
Ya. Tak mau. Sudah ku putuskan bahwa aku tak mau. Ada banyak hal diluar sana  yang lebih menyenangkan.  Sama-sama positif dan bermanfaat menurutku. Lagi pula aku masih punya amanah di tempat lain yang  tidak ringan bagiku.  Daaaaaan ada urusan studi yang harus aku bereskan. Aku harus fokus membereskan studiku yang sempat berantakan karna manajemen waktuku yang sangat buruk.  jika ku ingat itu rasanya sakiit… aku gagal. Itu yang membuatku tak mau ambil amanah ini. Aku mencoba untuk menutup mata, hati dan telingaku……Aku ingin fokus dulu membereskan studiku agar lebih banyak waktu untuk studiku. Ini tidak salah bukan???
Tapi sepertinya Allah punya rencana yang lebih indah dari apa yang aku bayangkan. Allah tak rela aku menyerah. Jika ini adalah sebuah permainan yang berlevel, Allah tak rela jika aku turun level. Aku yakin Allah tau kemampuanku bahwa aku mampu menempuh level ini. Aku bisa memaksimalkan kemampuanku dan aku bisa berhasil menyelesaikan amanah-amanahku dan juga studiku dengan maksimal. Hanya saja sebelumnya aku belum maksimal berjuang dan masih banyak alasan-alasan ajaib yang aku ciptakan sendiri untuk tidak memaksimalkan usahaku.
Teringat sebuah kalimat mutiara dalam bahasa Jerman :
“ Geduldiges und wirksames Lernen sind notwendige Voraussetzung um ein hÓ§heres Niveau von Meisterschaft zu erreichen”.
Yang artinya bahwa pembelajaran yang sabar dan berdampak merupakan syarat penting untuk mencapai suatu tingkatan ahli yang lebih tinggi.
Sepakat. Sekarang aku hanya butuh kesabaran dan daya juang yang lebih kuat untuk menjalani proses di level ini. Aku akan mencobanya lagi. Karna aku yakin Allah sudah menungguku di garis finish dengan hadiah yang Allah rahasiakan… hanya pertanyaannya, aku mau tau tidak dan jawabannya sudah kuputuskan AKU MAU. Aku mau menjalani level ini dengan segala rintangannya, bismillah…..semoga Allah selalu membersamaiku, selalu menguatkanku dan selalu memaafkanku … pasti.