Rabu, 27 November 2013

#rasa
Aku sedang menatap langit
Lalu bertanya padanya
dia dimana?
sedang apa?
apakah dia baik-baik saja?
kapan dia datang?
Namun langit tak menjawab

*jika aku baik-baik saja, maka diapun kan baik-baik saja.

Selasa, 26 November 2013

Sambut Pernikahan dengan senyuman :)



SAMBUT PERNIKAHAN DENGAN SENYUMAN


Mungkin sudah saatnya dan emang sudah saatnya, tema pernikahan menjadi tema yang digandrungi oleh akhwat yang berumur kepala dua. Walau masih banyak juga akhwat yang malu-malu dan gak ngaku. Katanya “masih terlalu dini, masih banyak yang lebih penting, atau belum kepikiran”. Okey menurut daku itu, ga  terlalu masalah. Yang masalah adalah gara-gara malu itu, akhwat takut disangka kebelet nikah,  jadi nunda-nunda belajar tentang pernikahan/munakahat, baca-baca buku, ikut kajian-kajian pra nikah dll. Aduuuh... hai akhwat sang perhiasan dunia, calon tim sukses dibalik kesuksesan suaminya, masa masih memegang teguh sistem belajar kebut semalem (SKS) masalah yang urgen ini. Inget lo di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al Banni didalam Shahihut Targhib wat Tarhib). Nah lo... menyempurnakan agama ko persiapannya setengah-setengah, SKS lagi. *Tepok jidat *bergegas sadar, segera belajar dan berlatih...
Nah oleh karena itu disebabkan karenanya dan atas dasar itu.....sangat penting dan wajib sebelum saatnya datang kita jauh-jauh hari mempersiapkannya. Hehe...
Apa saja sih yang harus kita persiapkan. Yang pertama adalah mempersiapkan hati. Hati kita harus sudah mantap dengan ketentuan-ketentuan Allah. Jika hati sudah mantap ke Allah apapun ketentuan-ketentuan yang Allah tetapkan nanti (jodohnya siapa? Seperti apa? Cobaan dalam rumah tangganya apa saja dll) Akan aman, mudah dijalani. Memang nikah itu ibadah yang paling menyenangkan. bagaimana tidak? Dengan pernikahan keislamanan kita disempurnakan, keluarga makin banyak, rezeki diperluas, jalan-jalan ada yang nemenin, saat sedih ada yang menghibur, ada temen curhat permanen, saat goyah ada yang nguatin, saat males ada yang ngemangatin. Tapiiii...inget kita berhubungan bukan dengan malaikat yang tanpa dosa, melainkan dengan manusia, yang tak sempurna dan penuh khilaf. Kalau hati kita ga kuat ke Allah, seindah apapun hubungan pernikahan itu diawal, kedepannya akan banyak konflik.
Yang kedua dan tak kalah penting yang harus kita persiapkan adalah ilmu. Ilmu apa saja kakak? Wiiiih buanyaak kakak. Diantaranya ilmu tentang manajemen rumah. Akhwat harus memiliki kemampuan dasar rumah tangga. Kemampuan mengatur pernak pernik rumah. Dari mulai menyalakan kompor, memasak, mengatur interior dll. Akhwat tidak dituntut untuk sempurna melakukan segalanya, tetapi minimal mengetahui dasar-dasarnya sehingga rumah layak dihuni, karena kebutuhan akan kenyamanan merupakan kebutuhan yang muntak bagi setiap anggota keluarga. Selain itu menejemen keuangan, menejemen hati sang suami, cara mendidik anak tapi sebelum itu juga ilmu wajib seperti ilmu shalat, puasa, fiqih wanita, fiqih pernikahan dll.
Yang ketiga, Fisik juga perlu dipersiapkan lho... mulai sekarang mari say no to malas dan ga peduli sama tubuh yang udah Allah kasih sempurna ini. Gerakan rahim sehat harus dipegang erat-erat. Nah lho loncat2 gini bahasannya. Hehhe...intinya jaga kesehatan dan kebersihan tubuh biar ga repotin suami karna sering sakit, ga ngeselin suami karna bau badan (misal).

Nah sekian... sebenernya masih buanyak lagi yang harus kita persiapkan. Tapi jangan khawatir sampe ngeri lari ga mau nikah ya... semua itu akan disempurnakan sembari menjalankan. Tapi lagi setidaknya kalau kita sudah terlebih dulu mempersiapkan, menyempurnakannya akan lebih mudah.
Mari sambut pernikahan dengan senyuman....:)