Rabu, 25 Juni 2014

                                                            Ganti Alarm


Males ah...
lagi males nih...
lagi ga mood, nanti lagi ya...
udah hafal diluar kepala deh kalimat macam itu. Akrab seakrab –akrabnya sama kalimat-kalimat itu. bener ga?mari kita hitung, berapa sering kita ngucapin kata-kata itu dalam satu hari? pastinya ada aja barang satu kali. ga pernah absen. astagfirullah.
Sifat malas adalah sifat yang sangat berbahaya namun paling sering kita lakukan. sepakat ya...*oiya???...hilang ingatan. baru sadar.
Udah tau berbahaya kenapa masih aja sering kita lakuin? kenapa? kenapa hayoo?
mungkin ini penyebabnya kawan. Karena minset kita tentang sifat malas belum benar. karna beda mindset beda action dan pastinya beda juga resultnya. nah klo kita salah dalam memahami malas, actionnya pasti beda dan resultnya pun pastinya berbeda.
Yuk kita rubah mindset kita tentang males. Cerai talak 3 sifat males!!! go!
Gini nih ceritanya. Mindset kita akan memberikan alarm-alarm pengingat.
 jreng jreng jreng tiba tiba males menghampiri. Seringnya ketika si malas menghampiri, kita terjerat, terlenakan... mungkin, ini terjadi  karena alarm yang kita pasang salah. yaialaaah alarmnya  lagu yang mendayu-dayu kaya gini  aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam rasa malas ini. uo uo....(berasa didukung).
Mindset atau alarm kita awalnya  adalah aaah, malas mah manusiawi atuh. nah ini efeknya ketika kita ngerasa males dan terlena kita ngerasa biasa aja, salah yang berasa bener.
Coba kita ganti mindset, ganti alarm kita dengan yang ini:  malas adalah “fakir lahir, fakir batin, fakir spirit”. fakir itu artinya tidak punya apa- apa. ini menurut KBBI lho. rada ngeri yah... mau jadi fakir? ga punya apa- apa, nah ini yang disebut kamu maha apa atuuuh...ga punya apa-apa, jangankan ilmu berlimpah, harta segudang, semangat aja ga punya...#kasian.
Kita tambahin alamrnya biar makin ngeri. Ini dari panduan hidup kita Al-Quran nur karim. J
QS At-Taubah (9) 105
Dan katakanlah “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
Allah berhak ga sih nyuruh-nyuruh kita?
Berhak yaa, da kita milik Allah. Allah yang menciptakan kita, dan Allah menciptakan kita tiada lain tujuannya hanya untuk beribadah kepada Allah, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Nah sekarang Allah memerintahkan kita untuk bekerja sampe Allah liat. Kita harus atau wajib nurut? nah lho jawabannya bener semua..hehe
Nah, kalau kita bukannya kerja, belajar, usaha tapi malah malas-malasan trus ga peduli sama ayat itu, ga ada nyepeknya sama ayat itu gimana? ini mungkin jawabannya
QS Fussilat (41) 5
Dan mereka berkata , “ hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepada-Nya dan telinga kami telah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai dengan kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai dengan kehendak kami).
Jleb jleb jleb....Hati telah tertutup, telinga telah tersumbat. naudzubillahimindzalik. teryata malas itu tidak sesepele yang kita kira temen-temen. malas manusiawi cuman manusia yang seperti apa? yang merugi atau yang beruntung?

semoga kita termasuk orang-orang yang memilih untuk menjadi manusia-manusia yang beruntung. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar